Racket Boys (2021) : Sinopsis dan Review
Racket Boys (2021) : Sinopsis dan Review

Racket Boys (2021) : Sinopsis dan Review

Diposting pada 26 views

Racket Boys adalah serial televisi drama Olahraga yang disutradarai oleh Jo Yeong-gwang dengan naskah Jeong Bo-hoon, dibintangi oleh Kim Sang-kyung, Oh Na-ra dan Park Hyo-joo.

Racket Boys menceritakan tentang tentang klub bulu tangkis sekolah menengah yang mengajukan tawaran untuk mengikuti kejuaraan bulutangkis. Ra Young Ja yang pernah menjadi pemain bulutangkis legendaris tetapi sejak pensiun dari menjadi seorang profesional. Dipekerjakan sebagai pelatih untuk tim bulutangkis sekolah menengah tersebut, dia tidak pernah harus bekerja lebih keras daripada membuat tim remajanya menjadi pemenang.

Drama ini dijadwalkan tayang perdana di SBS TV pada 17 Mei 2021 dan akan ditayangkan setiap hari Senin dan Selasa pukul 22:00 (KST). Mulai dari episode 17 Mei juga akan tersedia di seluruh dunia untuk streaming di Netflix setelah ditayangkan di SBS. Racket Boys akan memiliki total 16 episode, dengan dua episode baru tiba setiap minggu setiap hari Senin dan Selasa. Setiap episode akan memiliki waktu proses sekitar 60 menit.

Trailer

Detail Drama Racket Boys

  • Drama: Racket Boys (literal title)
  • Revised romanization: Racketsonyeondan
  • Hangul: 라켓소년단
  • Director: Jo Young-Gwang
  • Writer: Jung Bo-Hoon
  • Network: SBS
  • Genres: Youth, Drama, Sports
  • Episodes:
  • Release Date: May, 2021 —
  • Runtime:
  • Language: Korean
  • Country: South Korea

Sinopsis Racket Boys

Bercerita tentang anak laki-laki dan perempuan berusia 16 tahun dari Sekolah Menengah Haenam, tumbuh bermimpi menjadi idola di dunia bulu tangkis di daerah pedesaan yang jauh.

Ra Young-Ja (Oh Na-Ra) adalah pemain bulutangkis legendaris. Dia sekarang melatih tim bulu tangkis sekolah menengah. Dia memiliki karisma sebagai seorang pelatih. Tim bulutangkis terdiri dari anak laki-laki dan perempuan berusia 16 tahun, tetapi mereka tidak terlalu bagus. Tim tumbuh saat mereka mengikuti kompetisi atletik junior.

Pemain dan Karakter

  • Kim Sang-kyung sebagai Yoon Hyeon-jong,
    • Pelatih bulu tangkis
  • Tang Joon-sang sebagai Yoon Hae-gang
  • Oh Na-ra sebagai Ra Yeong-ja
    • Legenda hidup di dunia bulu tangkis dan pelatih sekolah menengah pertama
  • Lee Jae-in sebagai Han Se-yoon
    • Seorang pemain bulu tangkis yang bercita-cita menjadi anggota termuda tim nasional
  • Kim Kang-hoon sebagai Lee Yong-tae
    • penggemar berat pemain bulutangkis Lee Yong-dae
  • Lee Ji-won sebagai Lee Han-sol
    • seorang pelajar dan pemain bulutangkis berbakat
  • Choi Hyun-wook sebagai Nau-chan [9]
    • Seorang mediator
  • Sun Sang-yeon sebagai Bang Yun-dam,
    • Kapten klub bulu tangkis

Racket Boys Review

Mungkin salah satu kesalahan dalam drama ini adalah menceritakan cerita fiksi tapi menggunakan penggambaran berbasis fakta nyata (Indonesia, Istora, BWF, dll), pantas ditanggapi secara serius. Contoh pada episode 5, mereka secara menggambarkan olahraga bulu tangkis di indonesia dengan kurang baik, hal ini mungkin terlihat sepele tapi akan berdampak besar dan menimbulkan stigma negatif terhadap event olahraga bulutangkis di Indonesia.

Saya sendiri setuju dengan pandangan A. Ainur Rohman dalam cuitan twitternya :

Para penggemar drakor mungkin akan langsung membuat stigma negatif dengan event olahraga di indonesia seperti :

  • Penginapannya jelek.
  • Mau menang dgn segala cara.
  • Menempatkan tim Korea latihan di GOR tua tanpa AC. Sedangkan tim Indonesia latihan di lokasi pertandingan.

Padahal secara nyata banyak event internasional bulutangkis di selenggarakan di Indonesia dan menyebut indonesia merupakan tuan rumah event bulutangkis yang paling ramah.

Drakor ‘Mr. Queen’ mendapatkan kritik keras dr publik Korea krn dianggap mendistorsi dan menggambarkan sejarah Korea dgn sangat buruk. Produser lalu meminta maaf kpd publik. Racket Boys eps 5 juga mendistorsi fakta dan memberikan stigma yg buruk terhadap Indonesia. Masak nggak boleh protes?

Beberapa komentar netizen juga menarik untuk episosde ini seperti :

  • Bukan ke mslh jago badmintonnya sih menurut saya tp lebih ke ttg penggambaran suatu bangsa. Dan itu penting soalnya nanti jadi ada stigma kl org indonesia memang begitu. Apalagi drama korea gak ditonton di satu negara aj. Itu sih poin penting nya.
  • Writer-nim nya gak pernah nonton Lee Yong Dae – Yoo Yeon Seong main di istora nih pasti Face with tears of joy Ayo nonton dulu gih dan liat betapa suportif nya fans bulutangkis Indonesia kalau ada negara lain yang main.
  • Menurutku kalo mau protes dgn bahasa yg sopan oke oke aja. Tapi kalo sampe udah pakai bahasa kasar bertubi tubi bahkan sampe ke akun artis pemeran juga kurang sopan
  • Berdasarkan pengalaman ngistora langsung, “ea-hu-ea-hu” cuma pas pertandingan berjalan. Klo lawan (selain Indonesia) endingnya menang, g ada tuh penonton yg nge-boo-in, malah pasti pada tepuk tangan di akhir

Mungkin ini saja review yang mungkin akan membuat drama ini menjadi kurang menarik untuk aku tonton. Karena jujur aku termasuk orang yang sangat membagakan olahraga bulutangkis indonesia. hehehehe, tapi tetep kita harus membawa rasa marah ini ke arah yang tepat, mari kita protes ke SBS dan waiternim.

Poster

Racket Boys (2021) : Sinopsis dan Review

Refrensi

Saya hanya manusia yang bernapas, tumbuh, bergerak, berpikir dan belum pengen berkembang biak