[Spoiler] Review The Lies Within Episode 2

Berbagi itu Indah ~

“The Lies Within Episode 2 ” tayang pada hari minggu, 13 Oktober 2019.

dianiopiari.com – Review The Lies Within Episode 2 tayang dengan judul episode kali ini “Target”. Seperti biasa di akhir episode kita masih harus berasabar dengan banyak hal yang tidak terduga terjadi.




Potongan Tangan Sang Hun

Penemuan tangan ditengah upacara pemakaman Kim Seung-Cheol yang membuat gempar akhirnya terungkap bahwa tangan itu memang benar milik Sang Hun.

Dari hasil pemeriksaan terlihat bahwa tangan itu dipotong oleh amatir sekitar 1 – 2 hari yang lalu, dan diperkirakan dipotong dalam keadaan Sang Hun masih hidup. Mendengar berita itu, masih ada harapan bagi Kim Seo-Hee untuk menemukan Sang Hun kembali.

Hmm, ntah kenapa reaksi Kim Seo-Hee agak gmana gtu, antara dia khawatir dengan keadaan suaminya atau dia penasaran atas apa yang dilakukan oleh suaminya. Karena di awal drama kita diberikan sedikit previus kejadian dimana Sang Hun berjanji akan menceritakannya nanti.

Apa sebenernya rahasia yang disimpan oleh Sang Hun? sampai dia harus pergi meninggalkan istrinya? hmmm

Dari informasi yang dikumpulkan oleh detektif Jo Tae-Sik kita menemukan sedikit gambarang tentang detail pribadi dari Sang Hun

  1. Ayahnya pemilik JQ dan dia adalah putra tunggal pemimpin Jeong Yeong mun. Ayahnya berusaha mati-matian mewariskan perusahaan padanya. Namun, dia menolak dan tinggal di luar negeri. Dia pergi ke jerman untuk belajar fotografi.
  2. Empat bulan kemudian, dia tiba-tiba kembali ke korea dan menjadi dirut di bisnis baru. Dan setelah itu perilakunya berubah, dia menentang mertuanya ( Kim Seung-Cheol) dan tinggal terpisah dengan istrinya.

hmm.. mencurigakan, apa yang sebenarnya terjadi?




Sang Hun & Kim Seung-Cheol

Dan diluar dugaan pada saat penyelidikan, ditemukan bahwa Sang Hun dan Kim Seung Cheol terlihat bersama-sama di hotel mengerjakan sesuatu yang rahasia bersama-sama.

Mereka berdua menginap di hotel beberapa hari dan itu sebelum kecelakaan yang menimpa Kim Seung Cheol. Aku merasa Kim Seo-Hee lebih jago dalam melakukan penyelidikan, dengan melihat isi lemari baju dan menemukan pulpen ayahnya, dia tahu bahwa suami dan ayahnya sedang mengerjakan sebuah projek rahasia. hmm

Sekali lagi, Kim Seo-Hee emang terlihat mencurigakan hahahaa, ntah kenapa adegan dia bermain dengan kumbang di lokasi kecelakaan ayahnya rada nakutin.

Menurutku dia selangkah lebih maju dalam memahami keadaan yang terjadi antara Ayah dan Suaminya. Ada hal penting yang mereka lakukan.



Buruh Pabrik

Saat investigasi dilakukan Jo Tae-Sik menemukan bahwa Sang Hun kemungkinan bertemu dengan salah satu buruh pabrik. Ternyata Kim Seung-Cheol adalah majelis yang pro terhadap serikat buruh pabrik, bisa dibilang Kim Seung-Cheol bisa menduduki kursi majelis karena dukungan dari mereka.

Tapi saat ini para buruh pabrik menentang Kim Seung-Cheol karena mereka akan kalah jika bisnis baru yang dikepalai oleh Sang Hun muncul.

Apa ada kemungkinan kebencian para buruh yang mengganggap Kim Seung-Cheol menghianati mereka dan mendukung menantunya Sang Han dengan bisnis barunya (taku pekerjaan mereka hilang) ? Jadi mereka membunung Kim Seung Cheol dan menculik Sang Han?.

Salah satu buruh yang mereka curigai adalah Kim Pil Yeon. Bahkan dia pernah mencoba melakukan aksi bakar diri di depan rumah Kim Seung-Cheol .

Bahkan dari hasil investigasi Jo Tae-Sik mereka menemukan darah Sang Hun di salah satu pisau yang ada di rumah Kim Pil Yeon . hmmm terlalu kebetulan sekali.

Hmm tapi aneh aja, pisau habis dipakai motong tangan orang bukannya di musnahkan malah ditaruh di rumah, enggak di cuci pula sampai masih ketemu ceceran darah. hmm bukti yang masih banyak tanda tanya nih.



Konspirasi?

Dan ada hal yang sedikit mengejutkan, sepertinya kita menemukan “karakter” jahat disini. hmmm

In Dong-Koo, siapa sebenernya orang ini? kenapa Jung Young-Moon ayah dari Sang Hun membentaknya dan mengatakan “semua ini berawal karenamu, jika kau tidak menemukan Sang Hun maka tidak ada tempat bagimu”. hmm

Dan yang anehnya, saat Kim Pil Yeon dinyatakan sebagai buronan ada adegan dimana terlihat seseorang sengaja membakar tempat persembunyiannya? hmmm




Ancaman Terhadap Kim Seo-Hee

Ditengah rasa rindu dan kegelisahannya menunggu kabar dari suaminya Sang Hun, tiba-tiba dia mendapati bahwa laptopnya diretas dan seseorang mengirimkan video yang berisikan gambar Sang Hun dan mengancamnya akan membunuh Sang Hun jika dia tidak mencalonkan diri menjadi majelis dan memenangkan pemilu.

Dan jika dia membocorkan pesan tersebut, Sang Hun akan mati. hmmm ntah kenapa enggak terlalu sreg sama adegan ini, tumben liat orang bangun tidur dari mimpi buruk langsung pegang laptop wkwkw kalau pegang HP sih masih mending yak. hehehehe..

Tapi jadi penasaran kenapa Kim Seo-Hee harus jadi majelis dulu? hmm.. Jadi keinget di episode 1 yang kekeh pengen nyalonin Kim Seo Hee itu Jung Young-Moon ama si Hong Min-Kook hmmm.

Dan dengan segera dia membuat konfrensi pers bahwa dia mengikuti pemilihan umum menjadi anggota majelis. Demi menyelamatkan suaminya.

Hmm, ini kasus teraneh yang pernah aku tonton sih, kuq bisa ngancemnya nyuruh orang ikut pemilihan umum. Apalagi orang itu habis kehilangan Ayah dan suaminya ntah dimana.

Bener-bener deh, kayak mempermainkan hidup seseorang, belum lagi nerima kritik dari msyarakat yang ngatain kita durhaka karena belum genap beberapa minggu ditinggal orang tercinta malah udah ikut pemilu hmmm.

Setelah melakukan konfrensi pers, ada seseorang yang menelponnya dan meminta uang sebagai bayaran untuk memberitahu dimana posisi Sang Hun. hmmm Dan orang itu adalah Kim Pil Yeon.




Dan saat Kim Seo-Hee menuju tempat yang dijanjikan, dia terkejut mengetahui ada sosok orang yang tergantung. hmm

Dan seperti biasa drama langsung selesai. ikh malah jadi penasaran siapa yang nge gantung disana.?

mesti bersabar untuk menanti drama ini minggu depan >///< masih banyak yang belum dimengerti hahahaha.

Demikian review ku tentang The Lies Within Episode 2, ketemu lagi minggu depan yaaaa..

Diani Opiari

https://dianiopiari.com

Saya hanya manusia yang bernapas, tumbuh, bergerak, berpikir dan belum pengen berkembang biak

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.